Kamis, 30 Mei 2013

GEOMORFOLOGI


Geomorfologi dapat didefinisikan sebagai :
Ilmu yang mempelajari tentang bentuk lahan yang menyusun permukaan bumi, baik diatas maupun dibawah permukaan air laut, dan menekankan pada asal mula terbentuknya (genesis) serta perkembangan yang akan datang, dan hubungannya dengan lingkungan (Verstappen, 1983)
4 major aspects of Geomorphology :
1.      Lanform (descriptive) → geomorfologi static
2.      Proses (short-time changes) → geomorfologi dinamik
3.      Genesis (long-time development) → geomorfologi genetik
4.      Environment (landscape ecological links) → geomorfologi kelingkungan
KONSEP DASAR GEOMORFOLOGI
1.      Proses – proses dan hukum – hukum yang sama yang bekerja sekarang, bekerja pula pada waktu geologi, walau tidak selalu dengan intensitas yang sama
2.      Struktur geologi merupakan faktor pengontrol yang dominan dalam evolusi bentuk lahan dan struktur geologi dicerminkan oleh bentuklahannya.
3.      Proses – proses geomorfik meninggalkan bekas – bekasnya yang nyata pada bentuklahan dan setiap proses geomorfik yang berkembang akan mempunyai karakteristik bentuklahan yang tertentu.
4.      Karena perbedaan tenaga erosi yang bekerja pada permukaan bumi maka dihasilkan urutan bentuklahan yang mempunyai karakteristik tertentu pada tahap – tahap perkembangannya.
5.      Evolusi geomorfik yang kompleks lebih umum dibandingkan dengan evolusi yang sederhana.
6.      Sebagian kecil topografi bumi lebih tua dari tersier dan kebanyakan dari topografi tersebut lebih muda dari pleistosen.
7.      Interpretasi bentanglahan yang sekarang tidak mungkin dilakukan tanpa memperhatikan perubahan – perubahan geologi dan iklim selama pleistosen.
8.      Apresiasi iklim dunia perlu untuk mengetahui berbagai kepentingan suatu proses geomorfik yang berbeda.
9.      Walaupun geomorfologi menekankan pada bentuklahan yang sekarang, namun untuk mempelajarinya secara maksimum perlu sejarah perkembangannya.

ASPEK GEOMORFOLOGI
1.      Morfologi
a.       Morfografi
Deskripsi aspek – aspek geomorfologi suatu daerah
b.      Morfometri
Aspek kuantitatif/ukuran suatu daerah
2.      Morfogenesa
a.       Morfo struktur aktif
Proses dinamik endogen atau tektonisme, lipatan dan patahan (sesar)
b.      Morfo struktur pasif
Litologi, keduanya baik tipe maupun struktur batuan dalam kaitannya dengan pelapukan (mekanisme, khemis dan organis) dan erosi.
3.      Morfodinamik
Proses dinamik eksogen dalam kaitannya dengan aktivitas angin, air dan es, gerak masa batuan dan vulkanisme.
4.      Morfokronologi
Umur relative atau absolute (fosil) dari berbagai bentuklahan
5.      Morfo arrangement
Susunan keruangan dan antar hubungan berbagai macam bentuklahan dan proses yang berkaitan.

BENTUKLAHAN
Kenampakan medan yang dibentuk oleh proses – proses alami yang mempunyai komposisi, julat serta karakteristik fisikal dan visual tertentu dimana bentuklahan tersebut ditemukan (Way, 1973)
Bentukan pada permukaan bumi sebagai hasil dari perubahan bentuk permukaan bumi oleh proses – proses geomorfologi yang beroperasi dipermukaan bumi.
Karakteristik bentuklahan meliputi :
1.      Konfigurasi permukaan (relief)
2.      Jenis batuan atau struktur geologi
3.      Proses – proses yang mengakibatkan terjadinya bentuk – bentuk tersebut
Klasifikasi bentuklahan
Tujuan : menyederhanakan bentuklahan permukaan bumi yang komplek menjadi unit – unit yang mempunyai kesamaan dalam sifat dan perwatakannya.
Sifat dan perwatakan bentuklahan dicerminkan dengan kesamaan :
1.      Struktur geologi/geomorfologi (asal mula pembentukannya)
2.      Proses geomorfologis (sebagai informasi bagaimana bentuklahan terbentuk)
3.      Kesan topografis (konfigurasi permukaan : dataran perbukitan, pegunungan)
4.      Ekspresi topografi (aspek morfometri) seperti kemiringan bentuk lereng baik tunggal maupun gabungan.
Dengan memperhatikan ke-4 butir diatas akan dapat memberikan deskripsi yang mampu memberikan penjelasan tentang sifat dan wataknya.

PROSES GEOMORFOLOGI
BENTUKLAHAN
1.      VOLKANISME
2.      DIASTROPISME
1.      VOLKANIS
2.      STRUKTURAL
2.1. Dataran
2.2. Plato
2.3. Kuban/Doma
2.4. Lipatan
2.5. Blok sesar
2.6. Kompleks
3.      DEGRADASI
3.1. Pelarutan
3.2. Gerak massa batuan
3.3. Erosi
a.       Air
b.      Gelombang/arus
c.       Gleyser (es)
d.      Angin
3.4. Organisme

3.1. Karst/pelarutan
3.2. Denudasional
3.3. Fluvial
3.4. Marin
3.5. Glasial
3.6. Aeolian
3.7. Organik
4.      AGRADASI
4.1. Air
4.2. Gelombang (abrasi)
4.3. Gleyser (es)
4.4. Angin (deflasi)

4.1. Fluvial
4.2. Marin
4.3. Glasial
4.4. Aeolian
5.      EKSTRA TERESTRIAL
5.krater meteor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar